GULANGGULING.COM

Kupu-Kupu Gajah Ternyata Bukan Kupu-Kupu Lho!

Kupu-kupu gajah via gulangguling.com

GULANGGULING.COM | Informasi – Pagi ini membuka pintu dan menemukan seekor serangga tergeletak diam di lantai. Serangga ini seperti kupu-kupu namun berukuran besar, berwarna dan bercorak coklat pada sayapnya. Serangga ini sering disebut kupu-kupu gajah.

Disebut kupu-kupu gajah karena memang berukuran jauh lebih besar daripada kupu-kupu pada umumnya. Tapi tahukah kamu, kalau serangga yang kita sebut kupu-kupu gajah ini ternyata bukan dari keluarga kupu-kupu lho. Ternyata kupu-kupu gajah ini adalah salah satu jenis ngengat (moth). Kupu-kupu gajah ini mempunyai nama latin Attacus Atlas, maka dari itu sering juga disebut Ngengat Atlas. Dinamai dengan nama Atlas, karena corak pada sayapnya yang menyerupai peta dunia atau atlas.

Lalu memang apa beda antara kupu-kupu dan ngengat? Secara fisik biasanya kupu-kupu mempunyai warna dan corak sayap yang lebih berwarna-warnai, sedangkan ngengat biasanya bercorak coklat saja. Ketika hinggap di suatu tempat, kupu-kupu biasanya melipat sayap ke atas, sedangkan ngengat biasanya melebarkan sayapnya. Secara umum, kupu-kupu merupakan binatang primary diurnal, yaitu binatang yang beraktivitas di siang hari. Sedangkan ngengat merupakan binatang nokturnal, yang aktif dan terbang di malam hari.

pic via kliksma.com

Bukan cuma ngengat biasa, kupu-kupu gajah adalah jenis ngengat terbesar yang ada di dunia. Rentang sayapnya bisa berukuran lebih dari 25 cm (10 inch). Kupu-kupu gajah mempunyai fase hidup kurang lebih sepanjang 2 minggu setelah keluar dari kepompong. Pada fase ini kupu-kupu gajah tidak makan karena memiliki bentuk mulut yang tidak sempurna sehingga tidak bisa digunakan untuk makan. Kupu-kupu gajah mendapatkan energinya dari lemak tubuh yang dikumpulkannya pada fase ulat. Kupu-kupu gajah jantan mati setelah kawin, dan kupu-kupu gajah betina mati setelah bertelur.

Daur hidup kupu-kupu gajah via wikipedia.

Ulat dari kupu-kupu gajah ini saat baru menetas ukurannya hanya sekitar 5 mm. Namun ulat ini bisa tumbuh menjadi sangat besar karena daya makannya yang memang luar biasa. Ulat ini hanya hidup untuk makan, sehingg pada saatnya menjadi kepompong dia sudah memiliki banyak cadangan makanan di dalam tubuhnya.

Kupu-kupu Gajah

Kupu-kupu gajah menghasilkan benang sutera, yang dijalinnya menjadi kokon untuk melindungi dirinya ketika menjadi kepompong. Sutera yang dihasilkannya, dikenal sebagai sutera liar atau sutera alam, dianggap memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan sutera hasil peliharaan atau budidaya. Kain sutera liar ini lebih sejuk saat dipakai, tahan kusut, anti alergi, lebih halus, dan memiliki variasi warna eksklusif.

Sumber:
web insectiara
web biodiversitywarriors