GULANGGULING.COM

Manfaat Mendongeng Untuk Anak

Image via pixabay.com

GULANGGULING.COM | Parenting – Membaca cerita, atau dongeng adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Menyenangkan dilakukan bersama, atau sebagai aktivitas yang dilakukan sendiri. Aktivitas ini tentu akan terasa lebih menyenangkan apabila dilakukan bersama anak-anak ya. Semisal, membacakan dongeng atau cerita ketika menjelang waktu tidur anak.

Dongeng adalah cerita khayalan atau cerita yang tidak benar-benar terjadi. Dongeng biasanya bersifat menghibur dan mengandung nilai pendidikan. Dongeng adalah cerita yang dikarang dan diceritakan kembali secara berulang-ulang oleh orang-orang. Cerita itu bisa dibuat karena terinspirasi dari suatu peristiwa. Nah, cerita-cerita lama ini banyak mengandung nilai-nilai kebaikan yang dapat dipelajari oleh anak dan berguna untuk hidupnya.

Kegiatan mendongeng untuk anak ini, menurut para ahli parenting merupakan salah satu sarana pengasuhan yang bisa diterapkan oleh orang tua pada anak. Mendongeng, ternyata bukan hanya sebatas kegiatan membacakan cerita, lebih dari itu mendongeng untuk anak bisa menstimulasi tumbuh kembang anak menjadi lebih baik. Mendongeng dapat membantu merekatkan hubungan orang tua dengan anak, dan mendongeng juga bisa membantu mengoptimalkan perkembangan psikologis dan kecerdasan anak secara emosional.

Tentunya sebelumnya, orang tua diharapkan memilihkan jenis dongeng yang positif dan sesuai dengan usia anak. Walaupun pada prakteknya ada banyak sekali halangan untuk mendongeng, terutama pada orang tua yang bekerja karena merasa lelah setelah bekerja dan menganggap mendongeng untuk anak menjadi sangat merepotkan. Namun jangan abaikan manfaat mendongeng untuk anak. Beberapa manfaat dari mendongeng seperti yang dikutip dari beberapa sumber yaitu:

Membacakan dongeng adalah sebuah kegiatan interaktif dimana orang tua dan anak bisa bertukar pikiran tentang cerita tersebut. Sekedar tips: hindari memberikan dongeng kepada anak melalui perantara teknologi. Contohnya membiarkan anak menonton cerita melalui televisi atau mengunduh aplikasi dongeng pada gadget, lalu membiarkannya melihat dan mendengar cerita melalui layar. Dongeng digital adalah kegiatan yang bersifat satu arah, hal ini bisa membuat anak kehilangan daya imajinasi dan kemampuan berpikir karena anak hanya diberi sebuah tontonan saja.

Sumber :
bidanku.com, alodokter, theasianparent, andriewongso.