GULANGGULING.COM

Agar Anak Pandai Berkomunikasi

Image via pixabay.com

GULANGGULING.COM | Parenting – Masalah berkomunikasi atau berbicara pada anak usia dini merupakan suatu hal yang penting. Pada umumnya, anak usia dini akan mulai berbicara pada usia 1 tahun atau lebih. Namun, sering juga ditemui kasus keterlambatan bicara atau speech delay pada anak-anak usia 2 – 3 tahun. Tidak jarang, hal ini membuat orang tua merasa khawatir karena bisa mempengaruhi kemampuan komunikasi anak dengan lingkungan.

Perlu diingat, anak yang terlambat bicara bukan berarti terbelakang secara intelegensi. Keterlambatan bicara pada anak bisa terjadi karena faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal seperti kurangnya pendengaran karena infeksi telinga sehingga anak sulit untuk memahami dan menggunakan bahasa, lalu ada pula gangguan pada otak anak sehingga ia sulit menggunakan lidah, bibir, dan rahang untuk berbicara. Faktor eksternal dari lingkungan seperti kurangnya interaksi dengan orangtua, atau terlalu sering menonton televisi.

Ada beberapa tips yang bisa diaplikasikan orang tua untuk mendorong kemampuan komunikasi pada anak. Berikut informasi kami sadur dari Sayangi Anak:

1. Sering-seringlah mengajak anak berbicara untuk menstimulasi kemampuan komunikasinya.
Dengan seringnya orang tua berbicara dengan anak, semakin banyak kosakata baru yang anak dengar. Anak akan mengamati cara bicara dan ekspresi wajah Anda. Anak akan mengingat apa yang diucapkan oleh lawan bicaranya, dan ada kemungkinan ia akan mengucapkannya di saat yang lain. Anda juga bisa membacakan cerita atau dongeng, untuk menstimulasi kemampuan anak untuk berkomunikasi. Amati reaksi anak ketika sedang diajak bicara. Apabila ia masih terlihat antusias, maka lanjutkan saja. Namun, apabila anak terlihat bosan dan sudah mulai terdistraksi oleh hal lain, maka lebih baik sudahi dulu dan lanjutkan di lain hari.

Baca juga mengenai Manfaat Mendongeng Untuk Anak

2. Ajari anak berinteraksi dengan teman sebayanya untuk menghilangkan rasa malunya.
Anak yang sulit bicara biasanya adalah anak yang pemalu. Untuk itu, biasakan anak bermain dengan teman-teman sebayanya. Ajari anak Anda bagaimana menyapa lalu mengajak anak lain untuk bermain bersama. Ketika sedang bermain bersama teman-temannya, anak Anda akan belajar bagaimana cara bicara, cara bersosialisasi, dan cara bermain dari anak lainya.

3. Ajari anak mengucapkan kata dan kalimat dengan benar, agar anak tidak cadel.
Beberapa orangtua terkadang sengaja mencadel-cadelkan kata atau kalimat yang sedang diucapkan kepada anaknya, seperti susu menjadi cucu. Padahal, orangtua sebaiknya mengajari anak untuk mengucapkan kata- kata yang benar agar ia bisa berbahasa Indonesia dengan baik. Anda bisa memperjelas gerak bibir ketika sedang mengucapkan kata-kata. Pilih kata dan kalimat yang gampang dimengerti sesuai dengan usia anak Anda. Anda juga bisa memperlihatkan benda-benda sambil mendeskripsikannya kepada anak agar ia bisa mengenali benda apa saja yang ada di sekelilingnya.

4. Selalu dengarkan anak agar anak bisa membuka pikirannya dan bebas mengekspresikan perasaannya.
Setiap anak tentunya memiliki masalahnya masing-masing. Untuk itu, Anda harus selalu mendengarkan apa saja yang mereka ucapkan, karena anak membutuhkan orang yang bisa membantu memecahkan masalahnya. Ingat, jangan pernah kendalikan anak dengan menasihatinya apa saja yang harus dilakukan. Selalu mendengarkan anak juga bisa mendekatkan hubungan Anda berdua karena saling memahami satu sama lain.

5. Hindari menggunakan lebih dari 1 bahasa ketika berbicara agar anak tidak bingung.
Ketika anak masih dalam tahap belajar bicara, Anda sebaiknya hanya menggunakan satu bahasa ketika sedang berbicara dengannya atau ketika sedang bicara dengan pasangan. Penggunaan lebih dari satu bahasa akan membuat anak bingung dan kehilangan fokus. Apabila kemampuan bicara anak sudah lebih baik, Anda baru bisa menggunakan lebih dari satu bahasa. Selain untuk mengenalkan jenis bahasa baru, cara ini juga bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi si anak.

6. Kurangi penggunaan gadget karena bisa membuat anak sulit bersosialisasi.
Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga suka menggunakan gadget, terutama untuk bermain game. Namun, Anda sebaiknya bisa tegas dalam membatasi anak untuk menggunakan gadget. Anak bisa sulit untuk meningkatkam kemampuan bicaranya apabila kebablasan bermain gadget. Terlalu asyik bermain gadget bisa membuat anak lupa akan orang-orang di sekitarnya.

Baca juga mengenai Pengaruh Media terhadap Anak Pra-Sekolah

7. Hindari anak menonton televisi sendirian tanpa pengawasan.
Terlalu sering menonton televisi bisa menghambat anak belajar bicara. Sebaiknya, hindari anak menonton televisi sendirian tanpa pengawasan. Pasalnya, tidak terjadi interaksi ketika sedang menonton televisi. Untuk itu, temani anak ketika sedang menonton acara yang ia suka lalu tanyakan apa saja soal acara itu. Apabila anak belum bisa lancar bicara, maka Anda yang bisa menjelaskan soal acara itu agar anak mengerti. Apabila tidak ada interaksi yang terjadi, anak akan tumbuh hanya sebagai pendengar yang tidak aktif. Selain itu, tayangan-tayangan televisi yang tidak sesuai usia anak juga bisa berdampak buruk terhadap perkembangan perilakunya.

8. Hindari penggunaan kata-kata negatif ketika berbicara dengan anak.
Anda harus menghindari penggunaan kata-kata yang negatif di depan anak. Ketika Anda mengucapkan kata atau kalimat yang positif, maka ia pun akan melakukan hal yang sama ketika berbicara dengan lawan bicaranya.

9. Ajari anak menggunakan bahasa tubuh dan ekspresi wajah ketika sedang berkomunikasi.
Anak perlu belajar tentang bagaimana menggunakan bahasa tubuh dan ekspresi wajah untuk memudahkannya ketika sedang berkomunikasi. Menggunakan bahasa tubuh sangat berguna terutama ketika sedang berhadapan dengan lawan bicara yang memiliki perbedaan bahasa dan budaya.

10. Ajak anak bernyanyi sebagi salah satu cara mengenalkan kosakata baru secara fun
Musik diyakini mempunyai banyak manfaat bagi anak-anak, bahkan sejak mereka masih di dalam kandungan. Anda bisa mengajak anak bernyanyi sambil bertepuk tangan atau menari untuk membuatnya terhibur sekaligus bisa mengetahui banyak kosakata baru. Kenalkan lagu anak-anak yang memiliki lirik berunsur edukatif agar anak bisa bernyanyi sambil belajar.

11. Libatkan anak dalam aktifitas yang bisa mengasah kemampuan berkomunikasi.
Untuk mengasah kemampuan berkomunikasi anak, Anda bisa mengajaknya untuk terlibat dalam berbagai aktifitas dimana anak dituntut untuk aktif berbicara dan mendengar, seperti menelpon kakek neneknya. Dengan cara itu, anak bisa belajar tentang bagaimana melakukan komunikasi yang efektif serta bagaimana bersikap baik ketika sedang berkomunikasi dengan orang lain.

12. Biasakan anak untuk bebas berbicara dan mengemukakan pendapatnya agar memupuk rasa percaya diri.
Anak harus terbiasa untuk bebas berbicara tanpa dibatasi dan juga bebas mengungkapkan pendapatnya, baik di rumah maupun sekolah. Beberapa anak justru tidak banyak bicara ketika sedang berada di sekolah, karena mungkin malu dengan guru dan teman-temannya. Anda sebagai orangtua harus bisa membantu mengatasi masalah itu sejak anak masih berusia dini.

Sumber: Sayangi Anak