GULANGGULING.COM

Mengenali Tanda-Tanda Keterlambatan Perkembangan pada Anak

GULANGGULING.COM | Parenting – Lima tahun pertama pada kehidupan anak adalah usia emas atau golden period. Biasanya pada usia balita ini, anak mengembangkan banyak potensi diri baik fisik maupun psikis. Pada masa ini pula orang tua harus memperhatikan apabila ada keterlambatan perkembangan yang sekiranya mungkin dialami oleh anak.

Meskipun memang perkembangan setiap anak memiliki keunikan tersendiri dan kecepatan pencapaian perkembangan tiap anak berbeda, ada baiknya orang tua memahami hal apa saja tanda-tanda keterlambatan perkembangan pada anak. Secara umum, orang tua sebaiknya mengenal tanda bahaya (red flags) perkembangan anak yang sederhana. Jika orang tua menemukan salah satu tanda bahaya di bawah ini, sebaiknya jangan menunda dan segeralah memeriksakan anak ke tenaga kesehatan terdekat.

Berikut kami bagikan informasi mengenai tanda-tanda keterlambatan perkembangan pada anak usia dini oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Tanda bahaya perkembangan motor kasar

  1. Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang misalnya antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan.
  2. Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi) hingga lebih dari usia 6 bulan
  3. Hiper / hipotonia atau gangguan tonus otot
  4. Hiper / hiporefleksia atau gangguan refleks tubuh
  5. Adanya gerakan yang tidak terkontrol

Tanda bahaya gangguan motor halus

  1. Bayi masih menggenggam setelah usia 4 bulan
  2. Adanya dominasi satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun
  3. Eksplorasi oral (seperti memasukkan mainan ke dalam mulut) masih sangat dominan setelah usia 14 bulan
  4. Perhatian penglihatan yang inkonsisten

Tanda bahaya bicara dan bahasa (ekspresif)

  1. Kurangnya kemampuan menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap suatu benda pada usia 20 bulan
  2. Ketidakmampuan membuat frase yang bermakna setelah 24 bulan
  3. Orang tua masih tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan

Tanda bahaya bicara dan bahasa (reseptif)

  1. Perhatian atau respons yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, misalnya saat dipanggil tidak selalu member respons
  2. Kurangnya join attention atau kemampuan berbagi perhatian atau ketertarikan dengan orang lain pada usia 20 bulan
  3. Sering mengulang ucapan orang lain (membeo) setelah usia 30 bulan

Tanda bahaya gangguan sosio-emosional

  1. 6 bulan: jarang senyum atau ekspresi kesenangan lain
  2. 9 bulan: kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah
  3. 12 bulan: tidak merespon panggilan namanya
  4. 15 bulan: belum ada kata
  5. 18 bulan: tidak bisa bermain pura-pura
  6. 24 bulan: belum ada gabungan 2 kata yang berarti
  7. Segala usia: tidak adanya babbling, bicara dan kemampuan bersosialisasi / interaksi

Tanda bahaya gangguan kognitif

  1. 2 bulan: kurangnya fixation
  2. 4 bulan: kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda
  3. 6 bulan: belum berespons atau mencari sumber suara
  4. 9 bulan: belum babbling seperti mama, baba
  5. 24 bulan: belum ada kata berarti
  6. 36 bulan: belum dapat merangkai 3 kata

*Diadaptasi dari artikel yang ditulis oleh: Bernie Endyarni Medise (Ikatan Dokter Anak Indonesia)

Sumber: website IDAI