GULANGGULING.COM

Apa Itu Persekusi?

Image via pixabay.com

GULANGGULING.COM | Informasi – Tiba-tiba saja kata “persekusi” menjadi ramai diperbicangkan oleh masyarakat luas. Persekusi ya, bukan perkusi. Apa sih persekusi itu?

Seperti yang bisa dilihat, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), persekusi/per·se·ku·si/ /pérsekusi/ v berarti: pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas;

Sementara memersekusi/me·mer·se·ku·si/ v berarti: menyiksa, menganiaya: tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan, mereka ~ lawan politiknya bagai iblis.

Lalu, bolehkah persekusi semacam ini dilakukan?

Tindakan persekusi tentu tidak boleh dilakukan, dengan melakukan persekusi, pelaku bisa dinilai melanggar hukum.

Menurut Damar Juniarto, Koordinator Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) persekusi itu berbeda dengan main hakim sendiri, dalam makna yang sebenarnya persekusi itu adalah tindakan memburu seseorang atau golongan tertentu yang dilakukan suatu pihak secara sewenang-wenang dan sistematis juga luas, jadi persekusi berbeda dengan main hakim sendiri.

Selanjutnya beliau mengatakan ada empat tahapan pola persekusi.

  1. Pertama, melacak target dan menginformasikan di media sosial. Ada instruksi untuk mencari dan melapornya.
  2. Kedua, menginstrusikan massa untuk memburu target yang sudah disebar di tahap pertama.
  3. Ketiga, melakukan gruduk massal dan dipaksa minta maaf sambil difoto atau direkam.
  4. Keempat, upaya pemidanaan paksa agar polisi menahan target buruan.

Bagaimana cara menghindari persekusi?

Untuk menghindari aksi persekusi semacam ini, kita juga harus lebih bijak mengggunakan media sosial. Berikut beberapa tips dari Direktur Eksekutif ICT Watch, Donny B.U, soal beretika dalam menggunakan media sosial secara umum. Pertimbangkan 3 hal ini sebelum memposting atau mengunggah sesuatu di media sosial:

Apa yang harus dilakukan?

Jika Anda atau salah satu kerabat terancam oleh tindakan persekusi, Anda bisa menghubungi hotline Koalisi Anti-Persekusi: 081286938292 atau via email ke antipersekusi@gmail.com.

Demikian, semoga bermanfaat.

Sumber: KBBI online, tekno kompas, merdeka.com