Cara Mengatur Waktu Minum Obat Pada Saat Puasa

gambar obat
Image via pixabay.com

GULANGGULING.COM | Info Kesehatan – Puasa adalah ibadah wajib bagi seluruh umat muslim di dunia. Namun tidak bisa dipungkiri, bahwa kondisi setiap orang berbeda-beda. Bagaimana ya, ketika puasa dan harus minum obat karena penyakit atau terapi? Berikut adalah penjelasan cara mengatur minum obat pada saat puasa seperti yang kami kutip dari facebook page Halo Apoteker Indonesia.

Penting untuk diketahui bahwa tidak semua penggunaan obat membatalkan puasa, yaitu dalam bentuk yang tidak diminum melalui mulut dan masuk saluran cerna. Beberapa bentuk sediaan obat di bawah ini tidak membatalkan puasa, antara lain:

  1. Tetes mata dan telinga
  2. Obat-obat yang diserap melalui kulit (salep, krim, plester)
  3. Obat yang digunakan melalui vagina, seperti suppositoria
  4. Obat-obat yang disuntikkan, baik melalui kulit, otot, sendi, dan vena, kecuali pemberian makanan via intravena
  5. Pemberian gas oksigen dan anestesi
  6. Obat yang diselipkan di bawah lidah (seperti nitrogliserin untuk angina pectoris)
  7. Obat kumur, sejauh tidak tertelan

Bagaimana penggunaan obat minum saat puasa?
Ketika puasa, praktis jadwal minum obat akan berubah menyesuaikan dengan ritme puasa. Obat bisa diminum setelah buka puasa sampai sebelum subuh saat sahur. Obat yang dikonsumsi sekali sehari disarankan untuk dikonsumsi secara konsisten di malm ari saja terus menerus. Sedangkan untuk obat yang digunakan dua kali sehari, disarankan untuk diminum pada saat sahur dan saat berbuka.

Namun untuk obat yang dikonsumsi rutin lebih dari 2 kali sehari, disarankan untuk berkonsltasi terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker. Hal ini perlu dilakukan karena perubahan jadwal waktu minum obat ini mungkin akan mempengaruhi efek terapi obat. Karena itu perlu kehati-hatian dalam merubah jadwal minum obat.

Bagaimana dengan obat yang harus diminum 3-4 kali sehari?
Pasien yang mendapatkan obat yang harus diminum 3 kali sehari disarankan untuk minta kepada dokternya untuk meresepkan obat bentuk sediaan lepas lambat atau aksi panjang sehingga frekuensi pemakaian bisa dikurangi menjadi sekali atau 2 kali sehari. Cara lain juga bisa dengan minta diganti dengan obat lain yang masih memiliki efek dan mekanisme sama, tetapi memiliki durasi aksi yang lebih panjang.

Jika tidak bisa diganti, maka penggunaannya adalah dari waktu buka puasa hingga sahur, yang sebaiknya dibagi dalam jarak waktu yang sama. Dan jarak waktu ini harus konsisten ditaati setiap meminum obat setiap harinya. Tentu waktunya harus disesuaikan dengan jadwal imsakiah setempat. Sebagian besar obat dapat diubah jadwalnya seperti ini tanpa mengubah efek terapinya secara signifikan, termasuk penggunaan antibiotika. Kelihatannya agak sulit jika harus minum obat di malam hari, tetapi ini adalah waktu yang bisa memberikan efek optimal. Jika perlu gunakan alarm untuk membangunkan tidur.

Bagaimana dengan penggunaan obat sebelum dan sesudah makan?
Obat dapat berinteraksi dengan makanan, yang berarti adanya makanan dapat mempengaruhi efek obat. Ada obat-obat yang baik digunakan sebelum makan karena absorpsinya lebih baik pada saat lambung kosong, dan ada yang sebaliknya, diminum setelah makan karena dapat menyebabkan iritasi lambung atau lebih baik penyerapannya jika ada makanan. Selama puasa, perhatikan pula aturan minum obatnya, apakah sesudah atau sebelum makan.

Jika aturannya 1 kali sehari sebelum makan: obat bisa diminum pada saat sahur (setengah jam sebelum makan) atau pada saat berbuka (setengah jam sebelum makan). Gunakan sesuai anjuran, apakah biasanya pagi atau malam. Obat hipertensi misalnya, baiknya diminum pagi hari karena tekanan darah paling tinggi pada pagi hari. Sebaliknya, obat penurun kolesterol sebaiknya diminum malam hari. Usahakan konsisten dengan waktu minumnya, apakah pagi atau malam.

Jika aturannya 1 kali sehari setelah makan, maka obat bisa diminum pada waktu seperti di atas, hanya saja diminumnya kira-kira 5-10 menit setelah makan besar. Setelah makan artinya kondisi lambung berisi makanan.

Untuk penggunaan 2,3 atau 4 kali sehari, pada prinsipnya sama, seperti yang dijelaskan di atas mengenai jam minum obat. Jika diminta sebelum makan berarti sekitar 30 menit sebelum makan. Jika ada obat yang harus diminum tengah malam sesudah makan, maka perut dapat diisi dulu dengan roti atau sedikit nasi sebelum minum obat.

Cara minum obat via Halo Apoteker Indonesia
Cara minum obat via Halo Apoteker Indonesia

Demikian informasi yang bisa kami bagikan, untuk lebih lengkapnya, bisa dibaca di penjelasan di halaman ini.

Sumber: Halo Apoteker Indonesia

Incoming search terms:

aturan minum antibiotik saat puasa.  jarak minum obat saat puasa.  waktu yg tepat minum obat saat berpuasa.  leaflet antibiotik.  leaflet caravminum obat yg benar.  leaflet obat.  leaflet penggunaan antibiotik yang tepat.  leaflet penggunaan obat.  meminum antibiotik saat puasa.  minum obat 3x1 bulan puasa.  minum obat 3x1 saat puasa.  minum obat saat bulan puasa.  minum obat tepat.  pedoman cara meminum obayt yang benar.  selang minum obat yang baik jika puasa.  selang waktu minum obat.  alarm dengan 3x pembagian waktu.  jadwal minum obat 3 kali sehari saat puasa.  gambar aturan pemakaian obat pasien 3 x sehari.  contoh petunjuk penggunaan obat.  contoh leaflet obat bulan puasa.  contoh leaflet cara penggunaan obat.  contoh brosur minum obat dengan baik dan benar.  cara minum obat 3 kali sehari.  cara mengatur waktu jam mkn obat.  brosur cara minum obat yang baik.  brosur cara minum obat.  berapa jeda waktu jam minum obat saat puasa?.  bagaimana mengatur waktu minum obat harus perut kosong saat puasa.  atyran meminum obat 3x sehari saat puasa.  aturan minum obat 2 kali sehari.  aturan minum obat.  

LEAVE A REPLY