Jangan Konsumsi Minuman Isotonik Sembarangan!

Image via pixabay.com

GULANGGULING.COM | Kesehatan – Anda pasti kenal dengan minuman isotonik. Minuman isotonik diklaim dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang. Tapi apakah itu betul?

Cairan isotonik merupakan cairan yang memiliki konsentrasi atau kepekatan yang serupa dengan cairan tubuh. Cairan tubuh mengandung beberapa mineral seperti natrium, kalium, klorida, kalaium, dan magnesium. Minuman isotonik khusus diformulasikan untuk menggantikan cairan, karbohidrat, elektrolit, dan mineral tubuh dengan cepat. Oleh sebab itu, minuman ini lebih cepat diserap tubuh.

Minuman isotonik awalnya bertujuan untuk membantu para atlet mengatasi cairan tubuh, elektrolit dan energi setelah latihan atau pertandingan, karena itu minuman isotonik juga kerap disebut sebagai sport drink.

Kapan tubuh kita membutuhkan minuman isotonik?

Dokter spesialis okupasi, Maya Setyawati mengatakan minuman isotonik sebaiknya hanya dikonsumsi saat melakukan aktivitas yang lebih berat daripada biasanya karena cairan yang keluar dari dalam tubuh otomatis akan lebih banyak. Contohnya sehabis melakukan olahraga berat dengan durasi lebih dari 1 jam karena pada situsi ini otot beresiko kram hingga pusing karena banyaknya cairan yang dikeluarkan.

Selain aktivitas berat, minuman isotonik dianjurkan untuk dikonsumsi saat sakit diare atau muntah yang seringnya mengakibatkan dehidrasi. Dalam kondisi ini amat baik jika seseorang mengonsumsi minuman isotonik untuk mengembalikan cairan tubuh secara cepat.

Apa yang perlu diperhatikan saat mengkonsumsi minuman isotonik?

Menurut guru besar di bidang keahlian Imunologi-Farmakologi ITB, Prof. Andreanus Andaja Soemardji minuman isotonik tidak disarankan untuk dikonsumsi secara reguler atau terlalu sering karena menyebabkan ginjal yang harus bekerja ekstra keras, dalam jangka waktu yang panjang akan berisiko terkena penyakit gagal ginjal.

Penderita gagal ginjal, diabetes, sakit jantung, dan penderita gangguan lambung juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi minuman isotonik. Hal ini disebabkan setiap penderita penyakit memiliki respons yang berbeda terhadap apa yang dikonsumsinya.

Ternyata, selain minuman isotonik yang dijual di pasaran, kita juga bisa mengkonsumsi minuman isotonik buatan sendiri atau home made. Hmm, lebih sehat dan hemat kan. Berikut kami bagikan resepnya.

Resep minuman isotonik: 200 ml sari jeruk atau lemon, dicampur dengan 1 liter air. Tambahkan 1 gram (sejumput) garam. Kocok, dan dinginkan.

Demikian, semoga bermanfaat.

Sumber: kompasiana, kompas lifestyle, cnn-indonesia



Incoming search terms:

andreanus andaja soemardji.  Review munuman isotonik 2017.  

LEAVE A REPLY