Setelah mengenal mengenai batuk pada anak, kali ini pembahasan mengenai demam juga harus dikupas. Seperti batuk, demam adalah salah satu hal yang sering mengganggu kesehatan anak. Lalu, apakah sebenarnya demam itu?
GULANGGULING.COM – Hari ini 24 November 2015 Google Doodles ditujukan untuk memperingati ulang tahun ke-41 sebuah penemuan fosil manusia purba Lucy si Australopithecus.
Ada sebuah informasi mengenai kesehatan anak yang banyak dishare oleh kawan-kawan di facebook. Informasi ini adalah informasi menyoal batuk. Batuk, terdengar sepele ya, tapi kalau terjadi berkepanjangan bisa jadi mengganggu. Lalu apakah batuk itu sebenarnya?
GULANGGULING.com – Manchester United baru saja berhasil memetik kemenangan secara sedikit dramatis di kandang Watford FC. Pertandingan antara kedua klub berjalan cukup seru.
GULANGGULING.com | sepakbola – Selesai sudah pertandingan super big match El Clasico edisi kesekian yang dimenangkan telak 0-4 oleh Barcelona.
Tampil di hadapan pendukung sendiri Real Madrid justru dibombardir gol oleh Barcelona. Adalah Suarez, Neymar dan Iniesta yang secara bergantian berhasil menyarangkan bola ke gawang Madrid.
*dari presentasi Santi E Purnamasari, M. Si dalam acara parenting TK Khalifah 20, 21 November 2015
Manusia abad ini adalah manusia yang bersentuhan dengan teknologi setiap harinya. Dari dewasa hingga anak-anak, menggunakan teknologi. Lalu bagaimanakah pengaruh teknologi, khusunya media, pada kehidupan anak-anak pra-sekolah?
GULANGGULING.com – “Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku“, “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan” Ya, blencong adalah sejenis lampu minyak yang digunakan masyarakat dahulu untuk penerangan. Kurang lebih arti dari kalimat tersebut adalah “pelita kehidupan”.
GULANGGULING.com – “Saya Muslim, namun bukan berarti saya teroris”, sebuah kalimat yang disampaikan seorang pria muslim Perancis yang melakukan aksi meminta dipeluk di kawasan De la Republique, Paris.
GULANGGULING.com – Membicarakan mengenai sisa-sisa kejayaan masa lalu tidak bisa lepas dari bukti-bukti yang kita temui pada masa sekarang. Salah satunya adalah candi, atau salah satu bentuk prasasti peninggalan masa silam. Prasasti atau candi adalah salah satu bukti bahwa ada kehidupan manusia pada masa silam. Candi bukan hanya sekedar bangunan pengingat, namun lebih dalam, candi memuat adat istiadat dan budaya yang dipegang masyarakat pada saat itu, dan menjadi pengingat sejarah bagi masyarakat masa sekarang.
Gambar Candi Prambanan via GULANGGULING.com
Salah satu candi besar di Indonesia adalah Candi Prambanan. Candi Hindu ini terletak di Yogykarta, tepatnya perbatasan antara provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah. Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia. Pembangunannya dimulai sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan sebagai tanda kembali berjayanya Wangsa Sanjaya. Candi ini dipersembahkan untuk tiga dewa utama Hindu, atau yang disebut sebagai Trimurti yaitu: Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah.
Seperti dikutip dari wikipedia, nama asli kompleks candi Hindu ini adalah Siwagrha (Rumah Siwa) atau Siwalaya (Alam Siwa). Trimurti dimuliakan dalam kompleks candi ini dengan tiga candi utamanya yaitu Brahma, Siwa, dan Wisnu. Akan tetapi Siwa adalah dewa yang menempati ruang utama di candi Siwa, karena merupakan dewa yang paling dimuliakan dalam kompleks candi ini. Nama prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna “Brahman Agung” yaitu Brahman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama “Prambanan” berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat.
Gambar Candi Prambanan via GULANGGULING.com
Selain tiga candi utama, pengunjung juga bisa melihat candi-candi kecil disekitar candi utama. Tepat di depan candi-candi utama, terletak candi-candi wahana. Wahana artinya kendaraan, maka Candi Nandi (lembu), Candi Angsa, dan Candi Garuda adalah simbol dari tunggangan atau kendaraan para trimurti. Nandi atau lembu adalah tunggangan dewa Siwa, Angsa adalah tunggangan dewa Wisnu, dan Garuda adalah tunggangan dewa Brahma. Selain itu ada 2 candi Apit yang masing-masing berada di ujung selatan dan utara, mengapit candi utama. Masih ada beberapa candi kecil yang berfungsi sebagai candi penjaga dari keseluruhan komplek candi utama ini.
Ada baiknya apabila pengunjung ditemani oleh pemandu wisata sehingga tidak hanya melihat secara visual, namun juga paham mengenai sejarah yang ada di dalamnya. Tiket masuk candi adalah IDR 30,000 untuk dewasa, dan IDR 12,500 untuk anak (November, 2014). Disediakan pula tiket terusan bagi pengunjung yang ingin mengunjungi kawasan Candi Boko (sudah termasuk dengan transportasi).
Gambar Candi Prambanan via GULANGGULING.com
Setelah berjalan menyusuri komplek candi utama, pengunjung juga bisa menikmati keindahan candi-candi disekitar candi utama. Keseluruhan komplek taman wisata candi prambanan ini memang sangat luas. Ada kereta keliling yang bisa digunakan pengunjung dengan membayar seharga IDR 7,500. Selain itu, ada fasilitas taman bermain yang bisa digunakan bagi pengunjung cilik selagi beristirahat. Jangan lupa menyiapkan bekal, terutama minum, dan membekali diri dengan penutup kepala seperti topi atau payung.
Mengunjungi situs budaya seperti Prambanan, bukan hanya sekedar melepas penat dan refreshing, namun dengan tidak langsung manusia memahami adat dan budaya yang ditanam oleh pendahulunya. Dan tugas kita adalah memeliharanya. Selamat berwisata!
Menggambar, adalah salah satu bentuk kegiatan seni. Seni lukis termasuk menggambar dan mewarnai, jika dipelajari mendalam tentu banyak sekali tekniknya. Namun pada anak-anak apakah menggambar hanya sekedar kegiatan biasa?